Home » » Menjawab Tuduhan Penginjil Yesua Kristus Tentang Nabi Muhammad Menjiplak Bible

Menjawab Tuduhan Penginjil Yesua Kristus Tentang Nabi Muhammad Menjiplak Bible

Written By Admin On Selasa, 20 Agustus 2013 | 18.18

dokumentasi June 26, 2011 at 8:31pm

Kembali Penginjil Yesua Kristus menampakan sifat asli pengikut rasul Paulus si keturunan Ular beludak, di foto ini:

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=129909250423489&set=a.102488929832188.5375.100002132439227&type=1&ref=nf

Anda mengklaim bahwa istilah rasul dalam QS. An-Nisa’:164  dan kisah nabi Musa bertemu langsung dengan Allah dijiplak dari Alkitab.

Sekarang kita bahas benarkah Nabi Muhammad menjiplak alkitab?


Berikut ini beberapa klaim dan bantahannya:
Dibawah ini adalah 4 tuduhan atau fitnah kalau Al-Qur'an menjiplak Al-Kitab:

1. Nabi Muhammad belajar Alquran dari pandai besi romawi yang beragama Kristen ?
Beberapa musyrik menuduh Nabi belajar Al Qur'an dari seorang pandai besi Roma, yang beragama Kristen yang tinggal di pinggiran Mekah. Nabi dulunya sering pergi dan melihatnya bekerja. Satu ayat dari Alquran cukup untuh membantah fitnah ini

Al Qur'an mengatakan dalam Surah An-Nahl bab 16 ayat 103:
" Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa `Ajam, sedang Al Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang terang.." [QS.An-Nahl 16:103)

Bagaimana bisa seseorang yang bahasa ibunya adalah bahasa asing dan dapat berbicara sedikit dan Bahasa Arab yang tidak fasih menjadi sumber Alquran yang Bahasa Arabnya murni, fasih, dan bagus? Percaya bahwa Pandai besi tersebut mengajarkan Al-qur’an kepada Nabi adalah sama dengan percaya bahwa imigran Cina ke Inggris, yang tidak tahu fasih berbahasa Inggris, mengajarkan Shakespeare.

2. Agama Muhammad berdiskusi dengan orang-orang Yahudi dan Kristen
Memang benar bahwa Nabi dulu berdiskusi agama dengan orang-orang Yahudi dan Kristen tetapi diskusi itu berlangsung di Madinah hanya lebih dari 13 tahun setelah wahyu Alquran diturunkan. Tuduhan bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen adalah sumber Al-Qur’an adalah sesat, karena dalam diskusi ini Nabi Muhammad SAW telah melakukan peran sebagai guru dan seorang ulama saat mengundang mereka untuk memeluk agama Islam dan menunjukkan bahwa mereka menyimpang dari ajaran Monoteisme(pen-satu tuhan) yang benar. Beberapa dari orang-orang Yahudi dan Kristen ini kemudian masuk Islam.

3. Muhammad belajar Alquran yang dari Orang Yahudi dan Kristen yang ia temui di luar Arab ?
Semua catatan sejarah yang ada menunjukkan bahwa Muhammad SAW hanya melakukan tiga perjalanan ke luar Makkah sebelum kenabian-Nya :
i. Pada usia 6 tahun ia didampingi ibunya ke Madinah.
ii. Antara usia 9 dan 12, ia didampingi pamannya Abu Thalib yang berdagang ke Syria.
iii. Pada usia 25 dia memimpin kafilah dagang Khadija ke Syria.

memerlukan imaginasi yang tinggi untuk menganggap bahwa Alquran adalah hasil pertemuan dan diskusi dengan orang-orang Yahudi atau Kristen dari salah satu dari tiga perjalanan di atas.


4. Waraqah bin Naufal Mengajari Nabi Muhammad tentang Alkitab? 
Waraqa adalah salah satu dari empat orang yang meninggalkan agama berhala Mekkah seperti yang ditulis dalam artikel ini, dalam pencarian dasar ajaran Hanif (millah Ibrhaim) dan kembali menjadi Kristen. Meskipun beliau dipercaya sebagai sumber informasi atas Alqur'an. Sejumlah missionaris mengandalkan hadis yang diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhârî:

Diriwayatkan oleh ‘Aisha(R): Volume 4, Kitab 55, Nomor 605:
“….Nabi kembali kepada Khadijah disaat jantungnya berdetak dengan cepat. Lalu, Khadidjah membawanya kepada Waraqah bin Naufal, seorang nasarah dan yang seorang pembaca Injil dalam bahasa Arab. Waraqah bertanya (kepada nabi),”Apa yang kamu lihat?” Di saat nabi menceritakannya, Waraqa menjawab, “Itu adalah malaikat yang sama Allah utus kepada Musa. Andai aku masih hidup hingga engkau menerima wahyu, pastilah aku akan mendukungmu sekuat tenaga.”

Hadis lain mengatakan:
Diriwayatkan oleh ‘Aisha(R): Volume 1, Kitab 1, Nomor 3
“..Lalu Khadijah bersama beliau pergi sehingga ia membawa beliau para Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza bin Paman Khadijah. Ia seorang yang memeluk agama Nasrani pada zama Jahiliah, ia dapat menulis tulisan Ibrani., dan ia menulis Injil akan apa-apa yang dikehendaki Allah akan apa yang ditulisnya. Ia seorang yang sudah sangat tua dan telah buta. Khadijah berkata: “Wahai putera pamanku, dengarkannlah putera saudaramu!” Lalu Waraqah berkata kepada beliau: “Wahai putera saudaraku, apakah yang engau lihat?” Lantas Rasulullah saw. Menceritakan kepadanya cerita apa yang beliau lihat.” “Lalu Waraqah berkata kepada beliau: “Ini adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada Musa, wahai sekiranya saya masih muda, sekiranya saya masih hidup ketika kaummu mengusirmu”.

Waraqah adalah seorang tua dan wafat tidak lama setelah nabi Muhammad menerima wahyu Alqur'an, sebagaimana telah jelas kita baca di hadis. Dan disaat wahyu Alqur’ân terus nuzul (turun) selama lebih dari 20 tahun setelah kematian Waraqah bin Nawfal, nabi Muhammad pun menerima wahyu di tempat-tempat berbeda dan bahkan sebagian turun disaat beliau diantara para sahabatnya. Juga, disaat ia sedang menjawab pertanyaan langsung yang diangkat kemudian oleh Yahudi di madinah. Sebagai tambahan, kaum Yahudi dan Musrykin Mekkah pasti akan sangat senang jika mereka mengetahui bahwa ada seorang yang sangat berilmu yang mengajari Nabi Muhammad Alqur’ân.

Ada baiknya saya kutipkan kembali pernyataan Waraqah yang mengumumkan di seluruh hadis yang diriwayatkan oleh Sahih al-Bukhârî bahwa ia akan mendukung nabi Muhammad sekuat tenaga jika ia hidup lebih lama lagi:

” Andai aku masih hidup hingga engkau menerima wahyu, pastilah aku akan mendukungmu sekuat tenaga.”

Jadi bagaimana dia mengajarkan dan kapan dia sempat mengajarkan alkitab  kepada Nabi Muhammad? Sementara tidak lama setelah Nabi Muhammad menerima wahyu, waraqah keburu wafat.

Sedangkan dibawah ini adalah kenyataan yang logis :

1. MUHAMMAD SAW adalah buta huruf
Teori bahwa Muhammad SAW penulis Alquran atau mengkopi dari sumber lain dapat disangkal oleh satu fakta sejarah bahwa Muhammad SAW adalah buta huruf.

Allah sendiri bersaksi dalam Alquran di Surah Al-Ankabut(29) ayat 48

"Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Qur'an) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andai kata (kamu pernah membaca dan menulis), sesungguhnya ragulah orang yang mengingkari (mu).." (QS.Al-Ankabut 29:48)

Allah  mengetahui bahwa banyak yang akan meragukan keaslian Al Qur'an dan akan menganggapnya berasal dari Muhammad SAW. Oleh karena itu Allah yang Maha Bijaksana memilih nabi yang terakhir dan penutup segala nabi adalah 'Ummi', yaitu buta huruf, sehingga pembicara yang sombong tidak akan memiliki sedikit pun pembenaran untuk meragukan Nabi. Tuduhan Musuh-musuhnya bahwa Nabi menyalin Alquran dari sumber-sumber lain ,diceritakan semuanya dalam bahasa yang indah dan memiliki makna yang dalam , bahkan kebohongan ini telah mengurangi orang-orang yang kafir dan sinis kepada nabi.

Allah kembali di dalam Alquran Surah Al A'raf 7 :157:
" (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi (buta huruf) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil …. "

Al Qur'an membuktikan tidak kurang dari empat tempat yang berbeda, Nabi SAW telah disebutkan buta huruf. Juga disebutkan dalam Surah A'raf(7) ayat 158 dan dalam Surah Al-Jumu'ah (62) ayat 2.

2. Injil berbahasa Arab belum ada pada jaman Nabi Muhammad
Injil Berbahasa arab belum ada pada saat Nabi Muhammad SAW. Pertama kali Injil berbahasa Arab muncul adalah Kitab Perjanjian Lama diterbitkan R. Saadias Gaon tahun 900 Masehi - lebih dari 250 tahun setelah kematian Nabi yang kami cintai. Terakhir Injil berbahasa Arab diterbitkan adalah Kitab Perjanjian Baru diterbitkan oleh Erpenius di tahun 1616 Masehi - sekitar seribu tahun setelah kematian Nabi.

3. Persamaan dalam Alquran dan Injil dikarenakan sumber yang sama
Persamaan antara Alquran dan Injil tidak langsung berarti bahwa kitab terakhir menyalin dari kitab sebelumnya. Bahkan ia memberikan bukti bahwa keduanya berdasarkan sumber yang sama. semua ayat-ayat Tuhan datang dari sumber yang sama – dari satu Tuhan yang sama. Ada kitab suci yang telah diubah oleh manusia yang diperkenalkan oleh Yahudi dan Kristen dan Kitab Suci agama lain yang lebih tua yang telah mereka ubah keasliannya, ada beberapa daerah yang masih bebas dari perubahan ini dan karena itulah timbul banyak agama.

Memang benar ada beberapa yang sama persis antara Alquran dan Injil tetapi ini tidak cukup untuk menuduh Muhammad SAW mengkompilasi atau menyalin dari Injil. Logika yang sama juga akan berlaku untuk ajaran agama Kristen dan Yahudi dan dapat saja dengan salah orang mengatakan Yesus AS bukanlah Nabi (pen-Allah melarang mengatakan ini, karena Yesus memang nabi) dan bahwa ia hanya menyalin dari Perjanjian Lama.

Persamaan di antara kedua kitab menandakan sebuah sumber yang sama adalah satu Tuhan dan kelanjutan dari ajaran dasar dari monoteisme dan bukan lah berarti bahwa nabi yang baru telah menjiplak dari nabi yang sebelumnya.

Jika seseorang mencontek selama ujian dia pasti tidak akan menulis di lembar jawaban nya bahwa ia telah mencontek dari tetangga atau Bapak xyz. Muhammad Nabi SAW karena menghormati dan memberikan penghargaan kepada semua nabi sebelumnya (semoga Allah SWT merahmati mereka). Alquran juga menyebutkan berbagai ayat-ayat yang diberikan oleh Allah swt untuk nabi yang berbeda. (pen-jika nabi Muhammad SAW mengkopi ia tidak akan mencantumkan nabi lain dalam Alqu'an)


4. Muslims percaya pada TAURAT, ZABUR, INJIL dan ALQUR'AN
Empat Wahyu Allah SWT yang disebut dalam Alquran yaitu Taurat, Zabur, Injeel dan Al Qur'an.
Taurat, yaitu wahyu yang diberikan Allah SWT kepada Musa (AS) atau Moses (AS).
Zabur, yaitu wahyu yang Allah SWT diberikan kepada Daud (AS) atau David (AS).
Injil, yaitu wahyu yang diberikan Allah SWT kepada Isa (AS) atau Yesus (AS).
'Al-Qur'an', dan Kitab terakhir dan penutup wahyu yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Penutup dan Terakhir, Muhammad SAW. Jadi sangat wajar jika Ada persamaan kisah dengan kitab-kitab sebelumnya karena pada dasarnya memang wahyu Allah.



Anda mempermasalahkan kata “Rasul” dalam QS.An-Nisa’:164 dan menuduh nabi Muhammad salah tafsir tentang pengertian Rasul, Sekarang kita simak baik-baik ayatnya lengkap dengan penafsirannya:

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا (164)

Artinya:
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.(QS. An-Nisa’:164) 



Ada beberapa Rasul yang telah Allah kisahkan terdahulu. kepada Muhammad saw, dan ada pula beberapa Rasul yang sengaja tidak Allah kisahkan kepadanya, karena umat-umatnya kurang dikenal. Beberapa Rasul telah dikisahkan dalam Alquran sebagaimana firman Allah:

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ كُلًّا هَدَيْنَا وَنُوحًا هَدَيْنَا مِنْ قَبْلُ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ(84)وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَى وَعِيسَى وَإِلْيَاسَ كُلٌّ مِنَ الصَّالِحِينَ(85)وَإِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى الْعَالَمِينَ(86)


Artinya:

Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas, semuanya termasuk orang-orang yang saleh. dan Ismail, Alyasa', Yunus dan Luth. Masing masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya).
(QS. Al-An'am: 84-86)

Kisah para nabi itu sebagian besar terdapat pada Surat Hud dan surat As Syu'ara. Rasul-rasul yang tidak Allah kisahkan itu kurang dikenal umatnya oleh orang Arab dan tidak dikenal pula oleh ahli kitab yang berdampingan masa dengan orang Arab, seperti yang ada di negeri Jepang, Cina, India, Eropa dan Amerika. Hikmah dari mengisahkan nabi-nabi itu ialah untuk mengambil iktibar dan pelajaran darinya, untuk menambah ketabahan hati ketika menghadapi tantangan-tantangan dan permusuhan dan untuk memperkuat kenabian Nabi Muhammad saw, sebagaimana firman Allah:

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya:

"Dan semua kisah dari rasul-rasul yang Kami ceriterakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya dapat Kami teguhkan hatimu, dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman"
(QS. Hud: 120)


Orang-orang Yahudi beranggapan, bahwa yang diberi wahyu dan pangkat kenabian itu hanya dari golongan mereka saja, padahal beberapa ayat menunjukkan bahwa Allah SWT, telah mengutus beberapa rasul untuk setiap umat sebagai realisasi dari rahmat Allah yang tersebar luas ke seluruh dunia.


Firman Allah SWT:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

Artinya:

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thaghut itu"
(QS. An Nahl: 36)

Dan firman Allah:

وَإِنْ مِنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ

Artinya:
Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.
(QS. Fathir: 24)

Dan Allah SWT, telah berbicara kepada Musa dengan pembicaraan yang langsung yaitu dengan menurunkan wahyu kepadanya sebagaimana dijelaskan Allah di dalam firman-Nya:

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ

Artinya:

Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantara wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki.
(QS. Asy Syura: 51)

Pembicaraan Allah SWT, kepada Musa itu termasuk pembicaraan di belakang tabir, karena beliau hanya mendengar kalam Ilahi dan tidak dapat melihat-Nya.


PENGERTIAN NABI DAN RASUL DAN BERAPA JUMLAHNYA

Nabi adalah seseorang dengan jenis kelamin pria yang mendapat wahyu dari Allah SWT namun tidak wajib disebarkan kepada orang lain.

Rasul adalah seseorang dengan jenis kelamin laki-laki yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan memiliki kewajiban untuk menyebar luaskan wahyu tersebut.

Dari Abi Zarra bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi? Jumlah para nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi. Lalu berapa jumlah Rasul diantara mereka? Beliau menjawab,"Tiga ratus dua belas (312)." (HR. At-Turmuzy)

Nabi belum tentu menjadi rasul, tapi rasul pastilah seorang nabi. Sementara jumlah nabi dan rasul yang disepakati, disebutkan, wajib diketahui dan diimani dalam Al-qur’an adalah dua puluh lima.


Dengan begitu sudah sangat jelas pengertian Rasul menurut Alqur’an QS.An-Nisa:164 sangat berbeda dengan rasul dalam alkitab yg dikatakan sebagai Murid Yesus yg diutus kepada 12 suku bani Israel. Jangan pernah menyamakannya.


Sekarang pertanyaannya adalah kenapa tidak ada satupun injil yg ditulis oleh 12 murid Yesus yg menurut  anda disebut rasul itu diakui?
Malah yg kalian akui adalah injil karangan 4 orang yg bukan murid Yesus yaitu:

Matius, Markus, Lukas dan Yohanes

Ke-4 Injil kanonik tersebut adalah Injil yang “dikarang” oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, dikatakan “dikarang” karena mereka tidak menulis Injil berdasarkan kata-kata Yesus kata-demi-kata atau sebagai saksi langsung, melainkan terinspirasi oleh kisah-kisah Yesus yang beredar di masyarakat pada saat itu baik berupa tulisan maupun lisan.

Seperti yang ditulis oleh seorang pengarang Injil yang bernama Lukas dalam Injil karangannya :
Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu. Injil Lukas 1:1-3.

Menurut Lukas sendiri, bahwa Injil karangannya adalah berdasarkan berita-berita yang beredar di masyarakat yang sampai kepada dirinya dan diselidikinya dengan seksama lalu diklaimnya sebagai suatu kebenaran.
Dari pernyataan Lukas sendiri dalam Injilnya 1:1-3 yang menyatakan “seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman” , menunjukkan bahwa dia bukanlah murid Yesus dan bukan saksi langsung atas ajaran Yesus, dia hanya menerima berita dari orang-orang yang menerima berita dari saksi mata dan murid-murid Yesus.

Namun, orang-orang Kristen awam mengklaim, bahwa ke-4 pengarang Injil adalah saksi mata kisah-kisah Yesus sekaligus sebagai murid-murid Yesus. Orang Kristen awam menyatakan bahwa penulisan Injil adalah atas dasar bimbingan Roh Kudus sehingga akan terjamin kebenarannya, padahal para pengarang Injil sendiri tidak pernah menyatakan bahwa Injilnya dikarang atas bimbingan Roh Kudus.

Hanya Yohanes dan Matius yang merupakan bagian dari 12 orang murid Yesus. Sedangkan Lukas dan Markus itu siapa coba? Kok bisa jadi pengarang injil? Injil karangan orang ga jelas dipercaya sementara injil yg ditulis murid2  Yesus malah dibuang?


SATU LAGI SEBUAH AJARAN KETOLOLAN YAITU MENGANGAP PAULUS SEBAGAI RASUL


Paulus, seorang dari Tarsus (di Turki), kaki tangan penjajah Romawi dan Yunani atas bangsa Palestina, adalah PEMBOHONG nomor wahid dalam ajaran Yesus, yang telah menyesatkan sebagian umat manusia. Ajarannya, kemudian dikenal dengan sebutan "Kristen". Ajaran Kristen dan Gereja, sama sekali bukan dan tidak pernah diajarkan oleh Yesus! Seluruh surat2 Paulus yang berjumlah 14 kitab, yang tergabung dalam Perjanjian Baru, adalah BOHONG BESAR!



Agama Kristen, kelahirannya dibidani oleh Paulus dalam GALATIA:
2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, [b]supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.



Galatia 1:15, diterima atau ditolak??

Paulus adalah bangsa Yahudi dari suku Benyamin, dari Tarsus (sekarang Turki). Paulus mengaku bahwa ia manusia pilihan Tuhan sejak dalam kandungan ibunya.
(Galatia 1:15). Pernyataanya ini sangat bertolak belakang dengan kenyataannya, justru Paulus dewasa banyak melakukan pembunuhan, penganiayaan, penyiksaan, dan ancaman terhadap orang-orang saleh (Kisah Para Rasul 8:1-3) dan

Kisah Para Rasul 9:1-2). Inilah dusta pertama Paulus yang kurang disadari oleh umat Kristen. Upaya Paulus untuk menhacurkan pengikut Yesus bukan itu saja, menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan pengikut Yesus, ia boleh menangkap mereka, betapa kejam dan biadabnya.

Sesuai pengakuan Paulus pada (Galatia 1:15) bahwa Paulus sudah terpilih sebagi Rasul sudah sejak masih dalam kandungan Ibunya namun kenyataannya sangat bertolak belakang dengan yang dilakukannya saat muda (Kisah Para Rasul 8:1-3 dan Kisah Para Rasul 9:1-2).

Dari pasal Galatia 1:15 ini yang tertulis di Alkitab apakah patut kita terima pernyataan Alkitab ini bila dikaitkan dengan pernyataan Alkitab juga pada Kis 8:1-3 dan 9:1-2? Bila kita terima maka sama saja kita mengartikan Tuhan telah salah pilih dalam memilih seorang Rasul. Rasul yang dipilih Tuhan sejak masih dalam kandungan ternyata berkelakuan buruk dengan tangan berlumuran darah, darah orang orang saleh yg patuh pada perintah Tuhan. Bila kita terima kenyataan ini maka ini sangat bertentangan pula dengan etika universal bahwa tidak boleh seorang tokoh terhormat tapi tangannya berlumuran darah. Bagaimana mungkin seorang yang tangannya berlumuran darah dijadikan seorang Rasul sejak masih dalam kandungan?.

Galatian 1:15 adalah kenyataan meskipun Paulus belum bertobat, Tuhan telah menetapkan Paulus sebagai Rasul, seorang Rasul yang membunuhi justru orang orang yang beriman pada Yesus sendiri.
Melihat kenyataan ini, tentunya tidak mungkin Tuhan salah pilih. Tidak mungkin Tuhan memilih RasulNya untuk membunuhi umat yang beriman kepadaNya. Rasul dipilih justru untuk menjaga pengikutnya, bukan justru menghabisinya seperti yang dilakukan Paulus. Dengan demikian Galatia 1:15 suka atau tidak suka pasal yang harus ditolak!!, tapi kenyataan Galatia 1:15 termuat di Bible yg merupakan bagian dari Alkitab, sehingga apa boleh buat Bible tercemar oleh Galatia 1:15 Galatia 1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

Paulus, sama sekali bukan dan tidak pernah menjadi murid Yesus! Bahkan, Paulus pun tidak pernah bertemu dengan Yesus! Paulus adalah seorang penyesat ajaran Yesus demi kepentingan penjajah Romawi dan Yunani yang menguasai Palestina. Ia bukanlah orang dimana Yesus mengemban misinya. Bahkan dia adalah musuh dan pembantai umat Yesus selama Yesus masih hidup. Namun demikian, setelah terangkatnya Yesus ke langit, ia mengaku2 sudah bertobat dan mengaku2 sebagai rasul. Padahal, Yesus tidak pernah menyebut, menunjuk, mengenal, mengangkat, dan melihat manusia yang bernama Paulus dari Tarsus! Bahkan, ciri2nya pun Yesus tidak pernah menyebutkannya! Kecuali namanya dipromosikan melalui kitab propaganda karangan pengarang "Lukas" yang diberi nama "Kisah Para Rasul" (nama versi Alkitab Indonesia).

Anehnya kok Umat kristen percaya ya?


TENTANG ALLAH BERBICARA LANGSUNG DENGAN MUSA, SIAPAKAH ALLAH YANG DIMAKSUD AL-QURAN:

Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam”
(QS.Al-Qashash :30)

Anda membandingkan dengan ayat alkitab yg ini:
Keluaran 3:2. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

Menurut anda, nabi Muhammad salah tafsir dalam menjiplak alkitab, yg nabi Musa As temui di Tur Sina hanyalah malaikat bukan Allah

Jawaban:
فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِي الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَنْ يَا مُوسَى إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (30)
“Maka tatkala Musa sampai ke (tempat api itu), diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: `Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam” (QS.Al-Qashas 28:30)

Musa berjalan ke arah api yang dilihatnya itu dan tatkala dia telah dekat ke api itu, di lereng bukit Tur ia diseru oleh Tuhannya, di lembah yang sebelah kanan yaitu di sebelah kanan Musa, di tempat yang penuh berkat, karena di tempat itulah Musa mula-mula menerima wahyu dari Tuhannya. Dia mendengar suara itu serasa di dekat sebatang pohon. Ia mendengar seruan itu menyatakan kepadanya: "Bahwasanya aku adalah Allah Tuhan Seru Sekalian Alam". Di sanalah Musa mendengar seruan Tuhannya, di malam yang sunyi senyap, di lembah dalam keadaan sendirian tak seorangpun yang menemaninya. Bagaimana Musa dapat mendengar Kalam Ilahi langsung dari Tuhannya, karena hal itu adalah suatu hal yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah SWT Allah telah mengilhamkan kepada Musa keyakinan bahwa yang berbicara dengan dia itu adalah Tuhan Seru Sekalian Alam. Tempat pohon itu tumbuh dijadikan tempat yang penuh berkat, karena di sanalah Musa mendengar firman Tuhannya dan diangkat menjadi Rasul.


Di atas sudah saya jelaskan begitu banyak bukti bahwa Nabi Muhammad tidak mungkin menjiplak Alkitab. Kalau anda bilang kisah nabi Musa itu diambil dari Alkitab, maka anda sangat ngawur.


Katanya anda penginjil, apa anda tidak tahu atau pura2 tidak tahu ada ayat tentang Nabi Musa bertemu dengan Allah dalam Alkitab?

Ayat Keluaran 3:2 itu kenapa ga dilanjutkan ke ayat berikutnya? Malu ya kelihatan bohongnya, kalau memposting ayat selanjutnya akan terlihat bahwa nabi Musa juga digambarkan bertemu langsung dengan Allah, bukan Cuma malaikat seperti yg anda posting di  Kel 3:2, baca ayat selengkapnya Keluaran 3:2-6


Keluaran 3: 2-6

(3:2) Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
(3:3) Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
(3:4) Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
(3:5) Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
(3:6) Lagi Ia berfirman: "Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. " Lalu Musa menutupi  mukanya, sebab ia takut memandang Allah.


SEKALI  LAGI KEBOHONGAN ANDA TERBONGKAR!!!


Selanjutnya di akhir note, Sang Penginjil kembali berkotbah tentang Ketuhanan Yesus, yah barangkali anda berharap ada muslim yg berminat untuk murtad. Banyak sekali ayat alkitab yg anda diposting, tapi untuk kali ini saya akan membahas 1 saja dari semua ayat yg anda ceramahkan.


Yohanes 1: 1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.


Pada ayat pertama saja sudah memperlihatkan kejanggalan setiap yang bersama-sama dengan Allah berarti bukan Allah. Jika firman =  Allah, dan konteks kalimat itu diganti menjadi “Allah bersama-sama dengan Allah” alangkah lucunya. Jelas Firman dan Allah adalah 2 oknum yang berbeda

Menjadikan ayat ini sebagai referensi bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjelma bagi manusia, sulit bisa diterima akal sehat. Maka untuk itu agar lebih mudah dipahami mari kita lihat  bagian pertama dari pembukaan Alkitab yaitu pada kitab Taurat Musa, ialah Kitab Kejadian 1 pasal 1 dan Kitab Kejadian pasal 1 ayat 26, yang bunyinya sebagai berikut:

"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." (Kejadian 1:1)
"Berfirmanlah Allah "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1:26).

Dari bunyi ayat Kejadian 1:26 ini, ada kata "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Kita.....' Yang dimaksud dengan kata "Kita," menurut penafsiran umat Kristiani, itu adalah bentuk kata Trinitas yang tersembunyi sebelum Yesus datang kedunia dalam kitab Perjanjian Baru. Jadi kata "Kita" itu mengandung makna : Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus, atau dengan istilah lain dikenal Bapa, Firman dan Roh Kudus.

BAPA itu = Tuhan = Allah (oknum pertama) FIRMAN itu = Yesus = Anak Allah (oknum kedua) dan ROH KUDUS itu = Tuhan juga (oknum- ketiga).


Awal kitab Kejadian pasal 1:1 berbunyi "Pada mulanya Allah..:.' Awal Yohanes pasal 1:1 berbunyi "Pada mulanya adalah Firman" dan pada awal kitab Kejadian pasal 1:26 berbunyi "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Kita....."
Dari ketiga dalil tersebut (Yoh 1:1-3, dan Kej 1:1 dan 26)


Para misionaris menafsirkan Yoh 1:1 yang berbunyi "Pada mulanya adalah Firman..." selaras dengan Kejadian 1:1 yang berbunyi "Pada mulanya Allah... " Dengan demikian menurut mereka Firman itu adalah Allah. Yang dimaksud dengan kata "Firman" adalah Yesus itu sendiri. Sementara Firman itu adalah Aliah, kalau begitu berarti Yesus = Allah. Kemudian pada Yoh 1:14 dikatakan bahwa "Firman itu telah menjadi manusia" Sedangkan manusia itu adalah Yesus. Kalau Firman itu adalah Yesus dan Yesus itu adalah Allah, berarti Allah itu telah menjadi manusia yang disebut Yesus. Oleh sebab itu makna dari Yoh 1:1 yang berbunyi: "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah...' yaitu Yesus yang mulanya ada bersama-sama dengan Allah, adalah Allah itu sendiri yang telah menjadi manusia.

Memang sulit sekali bisa diterima penafsiran ayat-ayat tersebut, sebab sesuatu yang tidak rasional dipaksakan harus menjadi rasional.

Menurut penafsiran kaum muslimin, kata "firman”  berarti "perkataan" atau "kalam" (kalamullah) yang bermakna "perkataan Allah." Misalnya jika Allah ingin menciptakan sesuatu, cukup Dia berkata (berfirman) "KUN" (jadilah) maka jadilah. Contoh bagaimana penciptaan Nabi Isa as (Yesus) dan Nabi Adam as di dalam Al Qur'an.


Allah jelaskan sebagai berikut :
"Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Isa di sisi Allah adalah seperti (kejadian) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "Jadilah" maka jadilah dia. " (QS.Ali-Imraan:59).

Mengenai Injil Yohanes pasal 1 ayat 1-3, dalam buku The Five Gospels yang diterbitkan oleh Harper San Fransisco, yang dikomentari oleh Robert W. Funk dan Roy W. Hoover.
Ternyata ayat-ayat tersebut tidak masuk dalam kategori ucapan Yesus yang diseminarkan.

Injil yang diakui di Indonesia ada empat yaitu Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Di Amerika sekitar tahun 1993, di kota Sanoma CaIifornia, disponsori oleh Westar Instituie, Injil itu diseminarkan oleh sekitar 76 orang ahli dari berbagai kalangan, seperti guru besar dari berbagai universitas terkenal didunia, para ahli ilmu theologi dari Katolik dan Protestan, ahli kitab suci, ahli bahasa Ibrani dll yang semuanya tidak ada orang Islam. Injil yang diseminarkan ada lima yaitu Injil Matius Markus, Lukas, Yohanes dan Injil Thomas. Ke lima Injil yang bernama "The Five Gospels" diseminarkan dalam rangka mengklasifikasikan sabda Yesus. Makanya dalam cover The Fiue Gospels tersebut tertulis What Did Jesus Really Say? The Search For The Authentic Words of Jesus. (Apa yang benar-benar Yesus ucapkan? Mencari ucapan asli dari Yesus).


Dalam kitab The Five Gospels tersebut, semua ucapan atau sabda Yesus, dicetak berwarna. Ada empat warna yang disepakati, yaitu merah (RED), merah muda (PINK), kelabu (GRAY) dan hitam bolt (BLACK).
Ada tiga option (pilihan) yang disepakati untuk menentukan derajat kebenaran sabda / ucapan Yesus, yaitu :

Option 1
**Red : I would include this item unequivocally in the database for determining who Jesus was.
**Pink : I would include this item with reservations (or modifications) in the database.
**Gray : I would not include this item in the database, but I might make use of some of the content in determining who Jesus was.
**Black : I would not include this item in the primary database.

Option 2
**Red : Jesus undoubtedly said this or something very like it.
**Pink : Jesus probably said something like this.
**Gray : Jesus did not say this, but they ideas contained in it are close to his own.
**Black : Jesus did not say this, it represents the perspective or content of a later or different tradtion.

Option 3
**Red : That`s Jesus !
**Pink : Sure sounds like Jesus. ** Gray : Well, maybe.
**Black : There`s been some mistake.

Dari hasil seminar, ternyata Injil Yohanes 1:1-3 & 14 tidak masuk kategori yang dinilai atau yang diseminar-kan, sebab ayat-ayat tersebut dianggap bukan sabda atau ucapan Yesus. Ayat itu hanyalah ucapan Yohanes saja! Dan ayat tersebut tidak masuk dalam kategori RED, PINK, & GRAY


Hasil akhir dari penelitian dalam seminar yang dilakukan oleh 76 ahli dari berbagai kalangan, menyatakan sebagai berikut :
"Eighty-two percent of the words ascribed to Jesus in the gospels were not actually spoken by him, according to the Jesus Seminar."
"Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam Injil, tidaklah benar-benar diucapkan olehnya, menurut Seminar Yesus."

Pernyataan 76 (tujuh puluh enam) ahli dari berbagai kalangan dari seluruh dunia dalam Seminar tentang Yesus, sungguh mengejutkan dunia, khususnya dikalangan kaum Kristiani, sebab kalau 82% (delapan puluh dua persen) isi Injil bukan benar-benar diucapkan Yesus, berarti hanya 18% (delapan belas persen) saja isi Injil yang dianggap ucapan Yesus. Ternyata Yoh 1:1-3 & 14 yang jadi acuan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia, menurut 76 ahli tersebut, bukan ucapan Yesus, tapi hanya pendapat penulis Injil itu saja, yaitu Yohanes. Padahal para perseta Seminar Yesus tersebut, tidak ada satupun orang Islam, dan tidak satupun berasal dari lndonesia.
Lebih ironis lagi, dari semua Injil-Injil yang diseminarkan tersebut, Injil Yohanes termasuk yang hampir 100% dianggap bukan ucapan Yesus.


Hasilnya sungguh mengejutkan, dari 4 (empat) kategori, tidak ada satu ayatpun dalam seluruh Injil Yohanes yang dicetak hurup Red. Hurup Pink saja hanya ada 1 (satu), hurup Grey hanya ada 4 (empat) ayat saja, selebihnya Black.
Perincian khusus Injil Yohanes sebagai berikut:



RED : (That is Jesus!), tidak satu ayat pun yang dicetak merah, berarti tidak ada satu ayatpun yang dianggap benar-benar ucapan Yesus.
PINK: (Sure sounds like Jesus), hanya ada satu ayat saja yaitu Yoh 4:43.
GRAY : (Well, maybe), hanya ada 4 (empat) ayat saja, yaitu pada Yoh 12 ayat 24, 25, 26 dan Yoh 13 ayat 20.
BLACK : (Jesus did not say this There's been some mistake!) selebihnya bukan ucapan Yesus!


Bayangkan saja, Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal, 878 ayat dan 19099 kata. Kalau RED tidak ada, PINK hanya 1 ayat, GRAY 4 ayat, berarti sisanya BLACK (bukan ucapan Yesus) ada 873 ayat.

Nah, masih mau dipakai dalil yang ternyata BUKAN UCAPAN YESUS?!

Sudah seharusnya bagi orang yang berkeyakinan kontroversial untuk kembali ke jalan yang benar. Berpaling untuk menyembah Allah yang Esa, yang tiada satu pun sekutu dengannya, baik itu dari jenis malaikat ataupun nabi.


Matius 23:33 Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? 

Si Rasul Paulus itu keturunan farisi yg diklaim Yesus sebagai keturunan Ular beludak. 

jadi ga heran kalau ada umatnya licik, picik dan bejat.
Matius 23:33 Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Si Rasul Paulus itu keturunan farisi yg diklaim Yesus sebagai keturunan Ular beludak. jadi ga heran kalau ada umatnya licik, picik dan bejat.
Share this article :

0 comments :

Jika anda menyertakan link dalam komentar,baik itu link hidup maupun link biasa,maka admin akan menghapus komentar anda..

Terima Kasih.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Hanina Syahidah - All Rights Reserved
Template Modif by Adam Pramuja Published by Raa Pramuja